Friday, October 09, 2009

Bencana itu perbuatan kita !

Akhir-akhir ini banyak sekali bencana yang melanda bumi tercinta kita ini.

Sepertinya yang kita tahu setiap bencana selalu ada saja yang mengaitkannya dengan Tuhan,
Misalnya "Tuhan lagi menunjukkan kuasaNya", "Tuhan lagi marah", "Tuhan lagi memberikan pelajaran kepada mereka yang melupakanNya", "Tuhan menghukum mereka yang bukan umatNya (Agama apa saja)", "Tuhan yang bikin bencana supaya manusia sadar!".

Hmmm ... manusia mungkin selalu mengingat Tuhan ketika bencana datang, bencana ada, akan tetapi ketika hidup senang kemanakah TuhanMu wahai manusia? kemanakah kamu taruh posisi dan mengingat Tuhan ketika kamu sedang dalam "party", "main-main", "ngobrol-ngobrol asyik", "gosip", "jalan-jalan", dll.

Apakah kita teringat ... ketika misalnya jalan-jalan , kita mengucap syukur karena bisa jalan-jalan, bisa menikmatin jalan-jalan ?

Mari kita merenungkan lagi apakah kita dalam minggu ini saja, yang enak-enak kita ingat Tuhan kapan saja, dan seberapa lama? bersyukur ?

Tetapi ketika kita sudah dalam keadaan susah , bencana, seberapa kita mengingat Tuhan lagi ? seberapa kita menganggap bahwa masalah kita sumbernya adalah Tuhan ? Tuhan yang kasih kita cobaan ? mari kita renungkan lagi :).

Saya hanya ingin mengungkapkan seandainya Tuhan yang seperti kita tahu, yang kita pikirkan, yang sudah ada di konsep kita sekarang ini, yang kita posisikan sebagai sumber bencana dan sumber pengcobaan hidup , dan hal lainnya yang bersifat negatif maupun tidak baik. Maka Tuhan
sudah kita posisikan Tuhan bukan sebagai Maha Kuasa, Tuhan bukan Maha Ampun, Tuhan bukan Maha Besar , dll :)

Seandainya setiap perbuatan kita yang menyebabkan akibat buruk ataupun yang negatif, kita malah memposisikan Tuhan seperti sekarang "Tuhan sumber masalah" , maka konsep itulah sebagai tolak ukur bahwa Tuhan benar-benar sumber Kasih, Tuhan Maha Ampun dan besar karena perbuatan manusia, Tuhan selalu disalahkan dan dikambinghitamkan manusia.

Marilah kita renungkan lagi, setiap ada bencana, setiap ada hal-hal tidak baik, kita lihat dari posisi lain, bahwa seandainya bencana yang kita hadapin sekarang kalau bukan Tuhan membantu, Tuhan mengaishi kita, apakah yang akan terjadi ? sesungguhnya mungkin sangat-sangat mengerikan loh kalau Tuhan tidak "turun tangan".

Justru karena begitu Besar Kasih Tuhan kepada kita semua mahkluk , kita selalu dibantu, ditolong dalam hal apapun. Baik dalam bencana, hal-hal yang negatif yang sudah kita perbuat, perbuatan manusia-manusia yang tidak sesuai kehendakNya, ingat lagi kita selalu dibantu. Tuhan sangat mengasihi kita !

Tuhan selalu memberikan ampunan karena perbuatan kita !
Tuhan tidak pernah mau kalau mahkluk apapun dalam keadaan tidak menyenangkan, sakit, emosi, tetapi yang Tuhan ingin kita punya adalah kebahagiaaan, mengerti Tujuan Hidup yang sebenarnya, karena kita dilahirkan untuk bahagia , senang, gembira ! ("Irmansyah Effendi").

Kita malah melupakan perbuatan kita terhadap bumi sehingga bencana datang silih berganti, bencana itu bukanlah karena Tuhan memberikan kita cobaan, tetapi karena perbuatan kita yang sudah membuat bencana itu terjadi! (ingatl lagi, renungkan lagi akan perbuatan merusak terhadap bumi tercinta ini) dan karena Tuhan mengasihi kita, bencana apapun selalu Tuhan membantu.

Mari kita renungkanlah .... Tuhan yang begitu mengasihi kita tentunya ingin kita selalu ingat kepadaNya , tetapi kita hanya ingat kepadaNya ketika kita dalam keadaan perbuatan kita yang sudah tidak benar, kita melupakanNya lagi ketika kita senang secara duniawi.

Masihkan kita memikirkan bahwa setiap bencana itu karena Tuhan yang memberikan cobaan ? Tuhan yang marah, Tuhan menghukum ? Tuhan membuat rencana supaya kita sadar ? pernahkah kita renungkan bahwa itu karena perbuatan kita sehingga bencana terjadi ? hmmm .... marilah renungkan sama-sama !

Tuhan mengasihi kita .... sedangkan kasih kita kepada Tuhan ..... hanya secuil jari .... mari kita ingat Tuhan kita lagi ... wahai manusia... berdoa, bersyukur, dan renungkanlah..... sadarlah....

Wednesday, August 05, 2009

"What God want is for you to stay in close relation with Him."

If everybody were to attract like the advocation of "The Secret" , in the end, who would be the winner of the law of attraction and who would be the loser? If the win-win argument does exist,
who would be the ultimate winner of the race? If "The Secret" is indeed just an attraction, why wouldn't we try to rely on "The Beloved One"?

Relying on "True Source" is better than relying on "The Secret" with all the mysteries inside, because "The Secret" itself is just one of the many creations from "True Source" given to us as a projection of His love.

It is being said from "The Secret" that we are able attract all the things and energy from universe. But perhaps we might have all forgotten that when "The Secret" was still hidden, who guided us to finally uncover "The Secret" in the first place?

Let's say that you are attracting "The Secret (universal attraction by our mind)" by having a keen thought of being rich materially and by right you'd be rich. What if everybody else were to have the same thought, would they all be rich? That's the same analogy of the question I've asked earlier - who would eventually be the winner?

Everything in this world changes, is it because of our attraction or our action which acts as the inducement? This universe we know came from "One Source" and that we must rely on it all the time. The Secret (Law of attraction) is here to help us to know and acts as a reminder that we can attract things by relying on the universe which came from True Source/The Beloved One/God! So we must know that when we are doing "The Secret", it shouldn't be just for ourselves but for us to recognize "True Source" who always provides.

Now that we've read the books which taught us how to attract this universe, how to affirm ourself within the universe which the ultimate goal was for our own desire, materialism, wealth and belonging. But some of us may have forgotten the very important part of the picture, our necessity and desire are "gifts" from our own attraction while the affirmation is praying to "The Source". None of these can be single-handedly done by ourselves as it can only be done as the "gift" from Him!

I just want to remind once again that we should be relying, believing, trusting, even surrendering ourselves, our ego and being, our desire on "True Source". And I'd like to thank Him for the inspiration given to me to write, to remind myself to remember Him whether in bad or good times, in health or sickness as I learned and shared, and would like us to open our own eyes to the books that may have caused our ego to commit attraction just for the sake of our desire. Please "let go" our desired as supposed to Love Him, Trusting, Gratefull in everything we have now, all the ways! Let us all walk in the will of God. "What God want is for you to stay in close relation with Him."

Thank for everything i have now , Thank True Source ... as leading everyday of my life to Love you more.


Best Regards,


Edy Chandra
Semoga ada waktu supaya mendapatkan inspirasi lagi buat tulisan yang Bahasa Indonesia :)

Noted :
Thank for Eddy, help me to edit the typo and grammar , he had helped me so much , spend his time for read and edit it (dude you done great job!).

Friday, October 03, 2008

What if u upgraded Girlfriend 5.0 to Wife 1.0

What if u upgraded Girlfriend 5.0 to Wife 1.0 :)
------------ --------- --------- --

Dear Tech Support Team:


Last year I upgraded from Girlfriend 5.0 to Wife 1.0.

I soon noticed that the new program began unexpected child-processes that took up a lot of space and valuable resources.

In addition, Wife 1.0 installed itself into all other programs and now monitors all other system activities.

Applications such as BachelorNights 10.3, Cricket 5.0, BeerWithBuddies 7.5, and Outings 3.6 no longer runs, crashing the system whenever selected. I can't seem to keep Wife 1.0 in the background while attempting to run my favorite applications.

I'm thinking about going back to Girlfriend 5.0 , but the 'uninstall' doesn't work on Wife 1.0.

Please help!


Thanks,
"A Troubled User"


--------------------------------------------------


REPLY:
Dear Troubled User:

This is a very common problem that people complain about.

Many people upgrade from Girlfriend 5.0 to Wife 1.0, thinking that it is just a Utilities and Entertainment program.

Wife 1.0 is an OPERATING SYSTEM and is designed by its Creator to run EVERYTHING!!!

It is also impossible to delete Wife 1.0 and to return to Girlfriend 5.0.

It is impossible to uninstall, or purge the program files from the system once installed.

You cannot go back to Girlfriend 5.0 because Wife 1.0 is designed not to allow this. (Look in your Wife 1.0 Manual under Warnings-Alimony- Child Support) .

I recommend that you keep Wife1.0 and work on improving the environment.

I suggest installing the background application "Yes Dear" to alleviate software augmentation.

The best course of action is to enter the command C:\APOLOGIZE because ultimately you will have to give the APOLOGIZE command before the system will return to normal anyway.

Wife 1.0 is a great program, but it tends to be very high maintenance. Wife 1.0 comes with several support programs, such as Clean 2.5, Sweep 3.0, Cook 1.5 and DoLaundry 4.2. However, be very careful how you use these programs. Improper use will cause the system to launch the program NagNag 9.5 .

Once this happens, the only way to improve the performance of Wife 1.0 is to purchase additional software. I recommended Diamond 2.1 and Jewellery 5.0

STATUTORY WARNING : DO NOT, under any circumstances, install SecretaryWithShortSkirt 3.3. This application is not supported by Wife 1.0 and will cause irreversible damage to the operating system.



Best of luck,
Tech Support ...

Thursday, September 11, 2008

Agama dan Spiritual , Kebenaran Sejati dan Tuhan , Hati dan Otak

Sharing x ini, saya tidak mau banyak komentar, tetapi lebih kepada kalian menilai :) , saya tidak mau menilai.
Biarlah kalian kalau Hati lebih lapang , berbuka hati , bisa membaca dengan jelas, isi yang di dalam semua ini :)
Cukup dalam, cukup sensitif :) , tetapi syukurin dan nikmatin saja semuanya ini. Manusia bermacam-macam , jadi tidak usah menilai lagi :), percaya dan syukur lah apa yang kamu percaya sekarang ini!

Alkisah ada 2 orang tidak ada kerjaan lagi , 1 Spiritual , 1 Agama :) , jadi sama2 percaya Tuhan, mari kita lihat "isi" dibawah ini
---------Begin Dua orang tidak ada kerjaan -----------

GodVA: apa pandangan bapak terhadap islam?
GodVI: :) , pandangan saya yah :) Islam bagus :)
GodVI: setiap agama bagus :) ...

GodVA: menurut sy tidak
GodVI: kenapa ? :)
GodVI: gpp saya orangnya terbuka :) , anggap saja ini sharing :) ...
GodVI: saya orgnya milih jalan spiritual :) ..

GodVA: karena agama yg bagus itu yang menghasilkan manusia yg baik
GodVI: :) , karena manusia yang bagus tidak mengandalkan agama :) ... tapi Yang Maha Kuasa ..... agama adalah KehendakNya untuk manusia ko :)

GodVA: ok blh sharing y
GodVI: iya .... terbuka saja :) karena saya org spiritual , jd agama masih tetap belajar ko :)

GodVA: klo menurut sy, setiap orang itu punya sifat berbda
GodVA: ada yg dari lahirnya baik sabar dll
GodVA: ada juga yg keras
GodVA: dari lhirnya
GodVA: jdi klo orng yg dsrnya dari kcil baik, mka biarpun tdk mengnal agama pun dia akan baik
GodVA: nah disini tugas agama adalah memberi pelajaran yg baik kpd orng yg punya sifat jlk
GodVI: oke :) sekarang saya sharing dikit lagi yah ... kembali lagi ... kita ada yang baik dah sifatnya kurang :)
GodVI: tapi saya boleh nanya kekamu saja .... coba tetap di hati nya yah (ini hati yg non fisik)

GodVA: ok
GodVI: orang dari kecil baik mengenal TUHAN ?
GodVI: orang dari kecil kurang baik mengenal TUHAN ?
GodVI: orang yang baik setelah mengenal Tuhan apa tambah baik ?
GodVI: orang yang kurang baik mengenal Tuhan apa tambah baik ?
GodVI: orang yang tanpa agama tapi dalam kehidupan seluruhnya mengandalkan Tuhan apakah itu baik ?
GodVI: orang yang menyadari perbuatan buruk , tetapi masih juga melakukannya apakah dia yang mau ?
GodVI: kehidupan orang ada yang baik dan tidak baik apakah mereka mau ?

GodVA: prtanyaannya byk amat nih
GodVI: saya cuman bisa bilang , orang baik, tidak baik .... ketika menyadari apa tujuan hidup yang sebenarnya , apa yang sebenarnya harus di dapatkan dalam hidup sekarang ini lah yang kemudian baru bisa melakukannya :)
GodVI: itu pertanyaan .. kamu jawab juga akan sia2 :) .... karena kamu punya pandangan yang berbeda ....
GodVI: orang lain melihatnya berbeda
GodVI: saya , kamu , ego kita melihatnya berbeda :)
GodVI: tapi hanya satu yang harus kita andalkan ...
GodVI: Tuhan yang kita percaya :)

GodVA: sy rasa percaya tuhan saja tidak cukup
GodVI: teruss ....... :)

GodVA: karena kita punya nafsu
GodVA: agama yg baik adalah yg bisa mngajarkan kita melawan hawa nafsu
GodVI: hawa nafsu itu mendarah daging :) , hawa nafsu itu pemberian yang Atas :) ... yang bisa kontrol bukan agama :) , bukan melawan :) ....
GodVI: tetapi gmana kita mengandalkan Tuhan dan hati nurani kita
GodVI: melihat dan memandang itu secara utuh ...
GodVI: selagi ... kita bilang agama mengajarkan kebenaran ini dan itu
GodVI: manusia yang sekarnag masih belajar dimana saja
GodVI: tetap saja belajar :) ... jadi tidak akan bisa melawan :)
GodVI: yang harusnya adalah ...
GodVI: seberapa kita mengandalkan Kasih (Rahmat) Tuhan itu ..... dalam perbuatan kita ....
GodVI: dalam menjalankan agama dan ibadah kita
GodVI: semua yang ada sekarang ini
GodVI: hanyalah darah daging
GodVI: suatu hari juga akan kembali ke debu dan tanah :)
GodVI: jadi lebih baik kita menjalankan dengan mengandalkan Kasih Tuhan dengan Hati Nurani kita :)

GodVA: pertanyaanya, apakah tuhan yg kita percayai itu benar?
GodVA: pastinnya kita bisa mempelajarinya lewat kitab yg di brinya
GodVI: hmm .. karena saya tidak mau bilang apa benar dan salah :)
GodVI: tetapi yang pasti ...
GodVI: apa yang kamu ikutin , perasaan hati yang enak , damai , tenang
GodVI: itulah yang kamu ikutin ..
GodVI: selama kamu menyadari sendiri .... kebenaran itu ada karena kita menilai kebenaran itu :)
GodVI: seharusnya adalah ..
GodVI: kita percaya Tuhan yang kita sembah
GodVI: Tuhan yang kita ibadah ....
GodVI: kita jlnkan saja .. sepenuh hati ... sepenuh Kasih
GodVI: tidak ada keraguan lagi :)
GodVI: kalau masih ragu
GodVI: berarti kamu meragukan diri kamu dan Tuhan yang kam percaya
GodVI: kalau hanya mengandalkan kitab
GodVI: selagi kamu baca dengan ego

GodVA: wah saya percaya akan tuhan saya
GodVI: kitab dan buku apapun yang kamu baca .... tetap sia2

GodVA: seseorang mengenal tuhan kbnyakan dari orangtuanya
GodVA: tetapi apakah tuhan yg kita knl dari orng tua kita bnar
GodVI: :) .... Tuhan ada di hatimu .....
GodVI: pake hati mu ....
GodVI: Tuhan ada di sekelilingmu ... sadar setiap saat maka kamu percaya Tuhan Mu :)
GodVI: Tuhan itu sejati dan abadi
GodVI: Tuhan itu 1
GodVI: Sumber Sejati segala-galanya :)
GodVI: Tuhan itu Maha Esa, Maha Kuasa
GodVI: apa lagi yang kamu ragukan ?
GodVI: selagi kamu tahu Tuhan ada , membantu kita dalam hidup ini
GodVI: membantu kita melakukan apapun .... tanpa lagi takut dan perasaan2 negatif lainnya ? :)
GodVI: gunakan Hati Nurani sebagai Nahkoda ... .
GodVI: Hati Nurani kamu itu akan menunjukkan
GodVI: Tuhan sebenarnya yang kita sudah tau itu apa :) ...
GodVI: Hati Nurani dalam kita suci saja sudah di sebutkan :)
GodVI: jadi kita harus mengandalkan apa lagi ?
GodVI: agama ? itu perlu ....
GodVI: manusia ? itu perlu
GodVI: hati ? itu juga perlu
GodVI: tapi ingat
GodVI: yang benar2 kita andalkan adalah Tuhan yang kamu percaya :) , dan pemberian .. Hati Nurani :)

GodVA: ya itu saya sudah punya
GodVI: tubuh kita akan tua dan mati setiap saat :) .... ketika kit bilang kita sudah punya :) sebenarnya kita sudah pake ego kita :) ...
GodVI: ego lah yang membuat kita merasa yang terbaik dan yang terbagus :)
GodVI: apakah Tuhan kamu dan Tuhan aku membedakan diriku dan dirimu ? :)

GodVA: saya jawab iya
GodVA: setiap agama mempunyai umat yg berbda
GodVA: contohnya nasrani
GodVA: saya percaya ada yg mengamalkan printah agamanya
GodVA: tetapi kbykan skrng meninggalkan agamanya
GodVA: karena mulai menyadari
GodVI: iya , makanya saya bilang
GodVI: selagi kamu memandang dari segi agama
GodVI: maka kamu hanya pake otak kamu dari agama yang kamu yakinin :)
GodVI: dari kecil , remaja, dewasa , agama lah yang membesarkan kita
GodVI: sayangnya ... agama itu Indah
GodVI: agama itu pemberian yang Atas
GodVI: tapi manusia yang menjalankan masih penuh ego :) ...
GodVI: menggunakan agama buat politik
GodVI: menggunakan agama buat hal yang lain :)
GodVI: apakah masih ada kemurnian agama dengan ego manusia sendiri ?
GodVI: agama ini dan agama itu ... bilang saya adalah agama yang terbaik
GodVI: saya adalah benar2 wahyu dari Tuhan ...
GodVI: kenyataan ... seperti apa ?
GodVI: wahyu Tuhan seperti apa ?
GodVI: apakah kita harus mengetahui kebenaran karena agama kita bilang itu benar ?
GodVI: apakah kamu bisa menilai kebeneran itu ?
GodVI: sesungguhnya saya bilang ....
GodVI: agama apapun tidak bisa menilai kebenaran
GodVI: karena hanya ada 1 Kebenaran Sejati
GodVI: yaitu dari Tuhan (ini saya tidak bilang Tuhan saya, kamu ) tapi Tuhan yang kita percaya :)
GodVI: jadi pertanyaannya
GodVI: Tuhan itu Agung ...
GodVI: Tuhan itu Mulia
GodVI: Tuhan itu Maha Pengasih
GodVI: apakah Tuhan membedakan manusia ?
GodVI: atau manusia lah yang menjadi Tuhan untuk membedakan manusia itu sendiri ?
GodVI: nah otaknya pasti ada lagi banyak hal lain :) ..
GodVI: Tuhan itu tidak pernah membeda2kan :)
GodVI: Suku , Ras, Jelek, Buruk, Baik , Tidak Biak
GodVI: Baik
GodVI: ingat kata Maha Pengasih itu saja ...kita tahu betapa Mulia kan Tuhan yang kita percaya :)
GodVI: jd harus kamu perhatikan dan lebih gunakan hati nurani kita yang skrg pemberian Tuhan itu :)
GodVI: benar dan salah .... itu relatif :) ... kita ga bisa membenarkan , kecuali tingkah laku manusia , mungkin saja masih bisa menggunakan hukum :)
GodVI: tapi tingkah moral
GodVI: kita jangan banyak menilai dlu , kita saja tidak sempurna ko :) , karena kita sama2 manusia ...
GodVI: untuk belajar lagi ..
GodVI: di bumi ini :) ...
GodVI: itu lah sekarang kita , yang harus kita syukurin :)
GodVI: bukan mencari perbedaan
GodVI: tetapi Syukur dan makin percaya lagi :)

GodVA: iya sy tau itu
GodVI: ketika kita tau saja , sebenarnya kita tidak tau :) ... karena tidak tau makanya kita baru bisa tau kan :)
GodVI: itulah spiritual :) , lbh menjalankan ibadah setiap hari ... bukan sibuk dengan mencari kebenaran :) .. hidup sekarang untuk sekarang, hidup masa lalu untuk kita pelajari, hidup kedepan ada ibadah kita sekarang yang sudah kita jalankan dengan benar :)

GodVA: yang saya mau bahas, mengapa banyak orang beragama yg mengaku taat tapi bertindak sperti binatang
GodVI: coba kamu baca yang atas :)
GodVI: agama sudah di politik kan ...
GodVI: agama sudah di salah gunakan

GodVA: seperti nasrani kepada umat muslim
GodVI: agama sudah tidak sesuci seperti yang kita pikirkan :)
GodVI: saya tidak mau membahas tindakan manusia :)
GodVI: karena pasti byk perbedaan lag
GodVI: hari ini kamu bilang nasrani kepada umat muslim
GodVI: tetapi kalau kamu hidup sebagai nasrani , kamu juga akan bilang lihat betap kejamnya umat muslim terhadap kita

GodVA: tidak
GodVI: apakah itu yang harus kita cari ? apakah itu yang emang kita idup dari agama ?

GodVA: buktinya skrng hampir smua rakyat amerika menolak membunuh orang
GodVA: skrng pada membnci pemimpin bush
GodVA: padahal dhulu mereka mendukungnya
GodVA: berapa bnyk orang di eropa skrng berbondong bondong memeluk islam
GodVA: karena agama mereka sblmnya blm bisa mlwan hawa nafsu seperti sex bebas, mabuk, judi dll
GodVA: inilah yg mau sy bhs, gambaran agama adalah gambaran sosok tuhan yg sesungguhnya
GodVI: saya mengajak kamu melihat dari pandangan yang lain lagi yah ...
GodVI: jika kamu hari ini lahir dari kecil sebagai agama yang lain
GodVI: apakah kamu bisa melihat seagung yang kamu melihat sekarang ?
GodVI: apakah kamu bisa

GodVA: ya bisa
GodVI: bisa karena kamu skrg masih memakai pandangan dari apa yang kamu lihat sekarang :)

GodVA: bukan kah anda melihat di berita siapa yg jahat dan siapa yg benar
GodVI: coba kalau saya nanya yang lain :)
GodVI: pasti berbeda lag kan :)

GodVA: sbntar
GodVI: benar dan jahat
GodVI: apakah kamu berani bilang mereka jahat karena Tuhan mereka ?

GodVA: ya
GodVI: maka kamu sudah menghakimi Tuhan itu sendiri :)
GodVI: betapa agungnya kamu :)
GodVI: sayang agung otak nya :)
GodVI: coba lebih pake hati lagi :) .... karena ini tidak bisa sekedar kita ngerti
GodVI: dengan ap yang sudah kita lihat dan pandang
GodVI: karena kita melihat dari pandangan yang berbeda otomatis tidak akan ada kesamaan :) ... karena kesamaan sebenarnya sudah di samakan oleh kita :)

GodVA: karena didalam kitab islam, di ceritakan tentang agama hindu budha yahudi
GodVI: oleh ego kita :)
GodVI: yah karena yang kamu tahu kita kamu :)
GodVI: kitab kamu :)
GodVI: pernahkah kamu membaca seluruh kitab yang lain ?

GodVA: skrng bgini
GodVA: prnah
GodVI: saya tidak berani
GodVI: saya tidak punya kuasa
GodVI: saya tidak berhak
GodVI: saya tidak bisa
GodVI: mengatakan benar dan salah :)
GodVI: mengatakan kitab ini benar, salah

GodVA: saya pernah mlihat injil dan kitab budha
GodVI: mengatakan agama ini benar dan salah
GodVI: mengatakan apa yang kita percaya itu salah dan benar
GodVI: tetapi saya cuman bisa bilang ... percayalah apa yang kamu percaya sekarang :)
GodVI: karena suatu saat
GodVI: kebenaran sejati akan kita dapatkan :)
GodVI: nah saat itu baru kita tahu apa itu kebenaran :)
GodVI: bukankah kita bahas seperti ini sia2 ? :)

GodVA: saya rsa saya sudah mendapatkan kbnaran
GodVI: itu bagi saya .. karena saya melihat sia2 :) Tuhan yang Maha Tahu lah akan ada kebenaran sejati :)
GodVI: iya maka kamu nikmatinlah kebenaran kamu sekarang dengan penuh syukur :)
GodVI: karena sudah mendapatkan kebenaran menurut kamu :)

GodVA: iya sy hanya mengungkapkan isi hati
GodVI: iya , kalau kita membahas agama tidak akan abisnya :) ....
GodVI: makanya kalau saya pandang dari cara pandang agama juga tidak akan ada abisnya :)
GodVI: jadi kita belajar
GodVI: belajar pasrah
GodVI: belajar santai
GodVI: senyum , syukurin
GodVI: dan semua kebenaran itu yang menurut kita benar :)
GodVI: karena kita sudah di beri kebenaran :)
GodVI: itu kan yang harus kita syukurin :)
GodVI: maka damailah dunia kalau tahu bersyukur :)

GodVA: dalam islam sudh diajarkan agamamu agamamu agamaku agamaku
GodVA: tidak prduli apa agamamu
GodVA: mslahnya knp agama lain menyerang islam
GodVI: iya :) ... karena itu agamamu ... karena saya netral x yah :) .... saya bersyukur saya percaya pada Tuhan :) .....
GodVI: saya no comment :) ..... karena itu comment juga kan sama saja :)
GodVI: seperti kata kamu
GodVI: agamamu , agamamu
GodVI: kalau saya :) .... ga mewakili apapun :)

GodVA: ok
GodVI: saya free thinker saja :) .....orang yang memilih jalan spiritual ;)
GodVI: so saya cinta damai seperti kata kamu ... agamamu ...agamamu :) .....
GodVI: jangan salahkan agama :)
GodVI: sikap orang yang kita harus perhatikan :)
GodVI: sikap dan perbuatan manusia seperti yang kamu sebutin itu :)

GodVA: tetap saya menyalahkan agama
GodVI: iya karena agama mu .. agama mu :)
GodVI: saya tahu agama mu cinta damai :)

GodVA: kan ada kcuali nya
GodVI: tapi kamu juga harus belajar cinta damai yah :) ..... sama2 belajar kita :) ..
GodVI: cinta damai .. dunia damai :) ...

GodVA: sy juga tau umat hindu budha jg cnta prdamain
GodVA: nsrani juga bnyk cinta damai
GodVA: cuma mereka jrng memplajari agamanya
GodVA: shngga tdk menggmbrkan keagamaannya
GodVI: syukurin karena kita tahu itu semua :) ... jadi suatu saat kebenaran itu akan terungkap semua :) .... ketika mungkin sudah jadi debu dan tanah :) ... kita kan tahu ... jadi syukurinlah apa yang kamu tahu ........ karena masih bisa tahu :)
GodVI: hmmmm ..
GodVI: terakhir
GodVI: tanpa maksud apa2 :)
GodVI: boleh sharing kita ini
GodVI: biar sharing lo ? :)
GodVI: karena ini sharing ... jadi isi nya tidak menyalahkan apapun juga :)

GodVA: mksudnya?
GodVI: ow ... maksudnya sharing kita ini
GodVI: saya posting di web lo , sama si Edy ndut lo :P ..biar yang lain bisa menikmatin juga :)
GodVI: bisakah ?
GodVI: kalau tidak bisa ya saya tidak sharing :)

GodVA: oh ga apa2 ko
GodVI: iya ... makasih loh :)
GodVI: nice sharing ;)
GodVA: ok
GodVA: nice 2

---------End Dua orang tidak ada kerjaan -----------

Tanpa bermaksud apa2 dengan sharingan di atas ini, semuanya hanya untuk kita belajar , mengerti, memahami apa yang sudah menjadi kita percaya selama ini!
Belajar lebih baik lagi , kebenaran sejati buat apa lagi di cari , dari dulu sampai sekarang sudah ada di hati :), tingkah laku buat apa kita melihat dan membahas,
manusia tetaplah manusia yang belajar di bumi ini , semuanya masih dalam 'proses' sehingga , banyak otak , pasti berbeda pendapat dan pikiran.

Semoga sharing ini makin membuat kita bisa buka hati dan lapang dada lagi :) , ini di ceritakan dan di perlihatkan cara pandang manusia yang berbeda :) .
Jadi biarlah Tuhan yang Maha Adil ( adil selalu tidak sama ! ingat lo ) yang akan memberikan Keadilan Sejati, Kebenaran Sejati karena Tuhan Sumber Diri Kita yang Sejati :)

Salam Cahaya dan Kasih Tuhan (L) (L) (L)

Tuesday, August 26, 2008

Keberadaan , Kebenaran , Keterbatasan , Sumber Sejati , Kasih , Pencerahan

Keberadaan , Kebenaran , Keterbatasan , Sumber Sejati , Kasih , Pencerahan

Suatu sore hari ada dua manusia GodVA & GodVI sedang sharing tentang Spiritual dan Supranatural. Ambil makna mereka , kalau belum mencapai kesadaran mengerti maknanya , lebih baik lupakan saja , hal-hal di bawah ini sangat menjebak menciptakan pemahaman yang baru (jangan terjebak !!! ) , jauh lebih dari yang kamu bayangin .... sebenarnya itu pemahaman lama butuh kesadaran untuk mengerti lebih baik lagi :)

(17:21:42) GodVA:
wah ya 1..... anda ingin tempuh jalur apa dulu

(17:21:46) GodVA:
supranatural atau spiritual

(17:21:47) GodVI:
kita share ini tanpa ada kaitan dengan yg lain ya :p

(17:21:50) GodVA:
yup

(17:21:51) GodVI:
uda2nya ..

(17:21:56) GodVA:
2 2 nya ya

(17:21:59) GodVA:
ada 2 teknik

(17:22:04) GodVI:
karena ini share .. jd ga da apa2 :) ..

(17:22:07) GodVA:
anda mencapai pencerahan secara supra baru ke spiri atau sebaliknya

(17:22:11) GodVA:
spiri baru ke supra

(17:22:27) GodVA:
pencerahan itu ibarat langkah awal..

(17:22:30) GodVI:
kalau saya sih spiri baru ke supra :) .. soalnya

(17:22:33) GodVA:
dan itu masih sangat jauh2

(17:22:35) GodVA:
betul

(17:22:41) GodVA:
XXXXX menekankan spiritualnya

(17:22:42) GodVI:
saya ga tau ttg supra kalau ga ngerti spiri ..

(17:22:50) GodVA:
tapi kebanyakan murid XXXXX memandang rendah supra

(17:22:59) GodVA:
tergantung dari mana anda belajar

(17:23:08) GodVA:
klo anda belajar dari based spiri ya berarti dari spiri

(17:23:12) GodVA:
klo dari base supra ya supra

(17:23:18) GodVI:
ga ko ..saya tau dua2nya :)

(17:23:22) GodVI:
tapi dua2nya kepake ko ..

(17:23:28) GodVI:
tapi cara pakenya saja berbeda yah :)

(17:23:33) GodVA:
yup

(17:23:37) GodVA:
ga juga

(17:23:39) GodVA:
ga ada beda :)

(17:23:41) GodVI:
tergantung murid yg mana nih ..emang jujur

(17:23:49) GodVI:
msh byk yg memandang rendah supra

(17:23:56) GodVI:
karena mereka ga ngerti spiri dan supra

(17:23:57) GodVI:
ga jauh

(17:24:01) GodVA:
saya melihat kecenderungan itu di XXXXX

(17:24:05) GodVI:
dua2nya perlu

(17:24:23) GodVA:
:)

(17:24:51) GodVA:
apakah yg kasar bulet2 itu selalu jelek ?

(17:24:53) GodVA:
ngga juga :)

(17:24:57) GodVA:
tergantung mau dipake buat apa

(17:24:58) GodVA:
;))

(17:25:00) GodVI:
dua2nya sama satu yg lain ... tergantung mereka memandang , sayang spiritual udah tinggi supra juga bisa tanpa hrs belajar juga ... mereka melihat karena selama ini tau2nya itu2 aja

(17:25:15) GodVA:
=))

(17:25:22) GodVA:
spiri dan supra harus dipelajari

(17:25:26) GodVA:
karena itu kesadaran

(17:25:42) GodVA:
walaupun dia punya bakat keturunan / dari kecil

(17:25:42) GodVI:
jadi saya tidak memandang rendah spiritual :D , tdk memandang supra rendah , lebih baik melihat dan tau .. kan

(17:25:44) GodVA:
tetap harus belajar

(17:25:46) GodVI:
makanya suruh kamu share :)

(17:25:48) GodVA:
betul

(17:25:57) GodVA:
saya hanya mengatakan kebanyakan teman XXXXX spt itu

(17:26:02) GodVI:
iya

(17:26:05) GodVI:
saya akui

(17:26:06) GodVI:
:)

(17:26:07) GodVA:
salah konsepsi dari apa yg di katakan di retret

(17:26:07) GodVI:
hahah

(17:26:15) GodVA:
ataupun di seminar

(17:26:45) GodVI:
oke ..then ..secara umum dan pandangan dari kamu seluruhnya ttg spiritual dan supra ? :) boleh jelasin panjang lebar dan mendalam

(17:26:53) GodVA:
kedudanya adalah kesadaran

(17:27:03) GodVA:
mereka sbnrnya hanyalah sebuah kesadaran

(17:27:10) GodVA:
namun untuk mencapai kesadaran itu dibutuhkan latihan

(17:27:22) GodVA:
santai senyum pasrah adalah salah 1 bentuk teknik latihan

(17:27:30) GodVA:
dimana variannya dari meditasi hening

(17:27:35) GodVA:
yg diambil dari tibetan

(17:27:43) GodVA:
dasarnya ya sama.... zero condition

(17:27:56) GodVA:
utk mulainya harus dimulai dari zero condition

(17:28:00) GodVA:
setelah itu baru di beri vibrasi

(17:28:29) GodVA:
kesadaran supra dan spiri itu berbeda path namun bisa dipelajari 2 2 nya

(17:28:36) GodVA:
salah 1 bentuk kesadaran ya kundalini

(17:28:45) GodVI:
itu terpenting ???

(17:29:00) GodVA:
dalam konteks apa mengatakan terpenting ?

(17:29:14) GodVI:
yah maksudnya itu dibutuhkan seorg utk mencapai dua2nya ?

(17:29:19) GodVA:
tidak

(17:29:36) GodVI:
guud ... then silakan lanjutin penjelasannya :)

(17:29:39) GodVA:
tapi itu penting

(17:29:43) GodVA:
bukan yg terpenting

(17:29:57) GodVA:
karena tanpa sadar... maka tidak mungkin meningkat spiri dan supra nya

(17:30:05) GodVI:
iya setuju

(17:30:26) GodVA:
ya begitu pemahamanku

(17:30:28) GodVA:
secara general

(17:31:08) GodVI:
oke ... dan boleh perjelas lg ..apa arti spiritual dan supranatural yang kamu maksud secara mendalam .... apa yang membedakan mereka dalam hal apapun

(17:32:06) GodVA:
spiritual adalah suatu kesadaran dimana konteks yg berhubungan dengan spirit terjadi sejauh mana dia berhubungan dengan spirit itu sendiri

(17:32:14) GodVA:
spirit itu dapat berupa kasih

(17:32:23) GodVA:
kasih = energi

(17:32:50) GodVA:
banyak jenis energi

(17:33:14) GodVA:
sedangkan supra adalah kesadaran dimana konteks yg berhubungan dengan supra terjadi

(17:33:23) GodVA:
sejauh mana dia berhubungan dengan supra itu sendiri

(17:33:48) GodVA:
energi dapat berubah bentuk

(17:34:02) GodVA:
misalnya energi kasih sayang... dapat berubah bentuk menjadi energi pengobatan

(17:34:09) GodVA:
energi sendiri sudah ada

(17:34:15) GodVA:
tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan

(17:34:19) GodVA:
namun dapat berubah bentuk

(17:34:28) GodVI:
supra itu berupa apa saja ?

(17:34:56) GodVA:
supra itu berupa kemampuan atau implementasi dari energi

(17:35:45) GodVI:
terima kasih lbh byk ngerti itu :) ..nah sedalam apa kah kita bisa menguji keberadaan supra dan spirit dari diri kita ? memakai apakah kita mengecek kebenaran dari sisi spirit dan supra ?

(17:36:07) GodVA:
banyak indikasi.. dan banyak faktor untuk menguji

(17:36:12) GodVA:
menguji berarti anda harus punya pedoman

(17:36:32) GodVA:
menguji berarti anda harus punya tolak ukur ujiannya

(17:36:43) GodVA:
dan tolak ukurnya di sisi ini tidak sama

(17:36:45) GodVA:
alias berbeda

(17:37:04) GodVA:
yang terbaik adalah mengkalibrasi dengan Alam semesta

(17:37:10) GodVA:
sebagai tolak ukurnya

(17:37:16) GodVA:
sejauh mana kamu paham terhadap alam semesta

(17:37:31) GodVI:
boleh kah kasih tau tolak ukur yg berbeda seperti apa? karena kita hrs tau hal itu .. untuk tau tolak ukur .. kalibrasi seperti apakah ? :) .. mengerti alam semesta ?

(17:37:48) GodVA:
betul salah 1 tekniknya ya kalibrasi alamsemesta

(17:38:04) GodVA:
dimana alam semesta yang ada di luar = alam semesta yang ada di diri kita

(17:38:10) GodVA:
jika terjadi titik nol tersebut

(17:38:14) GodVA:
maka itulah kalibrasinya

(17:39:29) GodVA:
ya kira2 begitu

(17:39:56) GodVA:
anda berada pada 1 titik kesadaran... kemudian anda mengolah lagi.. akan tiba pada kesadaran berikut.. dan itu yg terjadi berulang2

(17:40:09) GodVI:
maaf nanya lebih dalam lg .. kapan bisa terjadi titik nol itu ?

(17:40:39) GodVA:
titik nisbi / 0 terjadi saat anda mengkalibrasikan dengan nilai yg anda anggap sebagai kalibrator

(17:40:47) GodVA:
nilai apa yg anda anggap sebagai kalibrator ?

(17:41:00) GodVA:
jika nilainya = energi Illahi maka kalibratornya = energi illahi

(17:41:14) GodVA:
jika nilainya = alam semesta ya kalibratornya alam semesta

(17:41:48) GodVI:
kalau dua2nya ga lg ? :) ... istilahnya ... hanya perasaan saja , apakah perasaan itu yg jd kalibrator ? :D

(17:41:59) GodVA:
itu bukan perasaan

(17:42:02) GodVA:
itu bukan otak

(17:42:05) GodVA:
itu bukan hati

(17:42:09) GodVA:
itu adalah mutlak

(17:42:22) GodVI:
jujur saja , masalah energi saya sudah byk tidak terasa lg ... jauh dari dlu .. :) .. tetapi ada sesuatu

(17:42:25) GodVI:
ga bisa saya jelasin

(17:42:39) GodVI:
mungkin benar maksud kamu itu mutlak, karena ga bisa jelasin :) ..

(17:42:53) GodVI:
tetapi apakah yg kita pandang benar ,bisa di pandang org lain itu benar ?

(17:42:54) GodVA:
=))

(17:43:00) GodVA:
tiidak

(17:43:08) GodVA:
tidak setiap org bisa menerima pandangan org lain

(17:43:12) GodVA:
karena kesadaran itu sendiri ada tahapnya

(17:43:14) GodVA:
ada tingkatannya

(17:43:17) GodVA:
sejauh mana anda sadar

(17:43:25) GodVA:
anda bilang tidak dapat merasakan energi ?

(17:43:27) GodVA:
:))

(17:43:31) GodVA:
cinta kasih = energi lho

(17:43:40) GodVA:
bisakah anda merasakan cinta kasih ?

(17:43:48) GodVA:
ini yg saya bilang org hanya terpaku energi dengan 1 pemahaman

(17:43:56) GodVA:
Allah sendiri pun adalah energi

(17:44:03) GodVA:
alam semesta adalah energi

(17:44:04) GodVA:
;))

(17:44:27) GodVI:
oh gtu oke2 .. :) ..

(17:44:30) GodVA:
;))

(17:44:34) GodVI:
terus untuk apa supranatural itu ?

(17:44:42) GodVA:
terawangan contohnya

(17:45:04) GodVA:
secara global terawangan bisa didapat 2 cara

(17:45:14) GodVA:
melalui spiritual berubah menjadi terawangan

(17:45:21) GodVA:
melalui supranatural berubah menjadi terawangan juga

(17:45:29) GodVA:
terawangan sendiri bisa dinilai di 2 sisi

(17:45:33) GodVA:
bisa dikalibrasi di 2 sisi itu

(17:45:50) GodVA:
terawangan adalah proses dari contoh supranatural

(17:46:03) GodVI:
seberapa kita bisa menerawang ? .. dan apa yg kita terawang itu apakah itu adalah suatu kebenaran dengan yg terjadi ? ....

(17:46:25) GodVA:
seberapa kita bisa nerawang tergantung sebesar apa kesadaran kita sejauh mana kesadaran kita

(17:46:32) GodVA:
kebenearan apakah yg didunia ini kebenaran ?

(17:46:39) GodVA:
karena kebenaran itu adalah energi juga

(17:46:50) GodVA:
jika anda ingin sebuah kebenaran maka anda harus mencari

(17:46:55) GodVA:
adakah didunia ini yg benar?

(17:47:31) GodVA:
jika ada salah maka ada benar..

(17:47:34) GodVA:
itu anda masih menilai

(17:47:51) GodVA:
tergantung anda memahami sebesar apa gift anda peroleh

(17:48:01) GodVA:
terawangan adalah salah 1 gift dari supra

(17:48:09) GodVA:
karena berkaitan dengan kesadaran itu pula

(17:48:43) GodVI:
ow... saya tidak mau menilai benar dan salah :) , karena bukan saya menentukan apa itu benar , apa itu salah , benar dan salah itu relatif .. pembuktian hanyalah sikap kita .. :) pembuktian yang bnar2 mutlak susah oleh manusia

(17:49:04) GodVA:
betul jadi kenapa anda masih mempertanyakan kebenaran dari terawangan jika ucapan anda spt itu ?

(17:49:10) GodVA:
;))

(17:49:19) GodVI:
;))

(17:49:41) GodVA:
:D

(17:50:00) GodVA:
tidak semua murid XXXXX bisa terbuka menerima pendapat saya koq ;))

(17:50:04) GodVI:
hmm... jadi kalau kamu klaim saya melihat "Tuhan" saya melihat "Mahavatar Babaji " , saya berada di samping dewa ini dan itu ... apakah org lain tau ? :) ..

(17:50:14) GodVA:
itu pribadi kamu

(17:50:17) GodVA:
itu rahasia kamu

(17:50:21) GodVA:
itu path kamu

(17:50:24) GodVA:
itu proses kamu

(17:50:42) GodVA:
itu segala sesuatu yg kamu alami merupakan proses dari sebuah kesadaran

(17:50:59) GodVI:
seberapa kita sadar dari apa yang sudah kita sadar skrg ? :)

(17:51:26) GodVA:
sejauh anda bisa mengkalibrasikan dengan yg membuat anda menjadi nisbi

(17:52:14) GodVI:
apakah keberadaan nisbi ? :) .. apakah dengan mengkalibrasikan ? :) seberapa kamu menilai itu energi itu Allah yang kamu maksud ? :)

(17:52:40) GodVA:
keberadaan nisbi = 0 condition

(17:52:57) GodVA:
mengkalibrasikannya dengan yg udah diungkap tadi

(17:53:11) GodVA:
jika Aku bisa menilai Allah maka aku membatasi Allah dengan pikiranku

(17:53:17) GodVA:
menurut anda Allah itu apa ?

(17:53:33) GodVA:
bisakah anda mendeskripsikan Allah sehingga saya bisa mengkalibrasikan Allah anda dengan yg anda inginkan ?

(17:53:42) GodVI:
Allah itu aku dan aku itu Allah ? :)

(17:53:56) GodVA:
kalau gitu Allah ya sebatas anda

(17:54:08) GodVA:
sejauh mana anda mengkalibrasikan terhadap ke Akuan anda

(17:54:32) GodVI:
tidak terbatas oleh Aku :) ...

(17:54:43) GodVA:
kalo gitu anda bukan Allah

(17:55:12) GodVA:
kesadaran anda hanya terbatas akan Aku adalah Allah dan Allah adalah aku

(17:55:14) GodVI:
karena Allah itu bukan Aku tapi Aku bukan Allah, tapi Allah adalah Aku dan Aku bukan Allah kah ? :) ..

(17:55:23) GodVA:
betul

(17:55:36) GodVA:
berarti silahkan liat statement tadi

(17:55:37) GodVA:
:)

(17:55:41) GodVA:
itulah kalibrasi anda

(17:56:03) GodVA:
dan sejauh itulah batasan anda

(17:56:08) GodVI:
kalau aku bilang Allah itu tidak terbatas dan tidak terbatas itulah Aku ? :)

(17:56:13) GodVA:
batasan kesadaran anda akan Allah sejauh yg anda statementkan

(17:56:36) GodVA:
yap... maka anda sudah membatasi Allah dengan ketidak terbatasan anda

(17:56:37) GodVA:
;)

(17:56:47) GodVA:
dan anda membatasi diri dengan keterbatasan Allah

(17:56:48) GodVA:
:)

(17:56:58) GodVA:
karena anda masih bisa mendeskripsikan Allah

(17:57:04) GodVA:
maka anda masih terbatas pada deskripsi anda :)

(17:57:22) GodVI:
ow :) .. jadi menurut anda apakah Allah itu ?

(17:57:34) GodVA:
saya tidak tahu karena saya tidak bisa mendeskripsikan Allah

(17:57:36) GodVA:
:)

(17:57:37) GodVI:
Energi kah ? :D

(17:57:47) GodVI:
bukan kah kamu bilang Energi itu Allah ? :)

(17:57:56) GodVA:
energi itu adalah allah betul

(17:58:01) GodVA:
karena allah ada dimana saja

(17:58:07) GodVA:
energi itu bisa menjadi manusia

(17:58:11) GodVA:
maka allah = manusia

(17:58:15) GodVA:
energi itu bisa jadi benda

(17:58:19) GodVA:
maka allah =benda

(17:58:25) GodVA:
energi itu sebatas mana anda pahami ?

(17:58:32) GodVA:
dapatkah anda mendeskripsikan energi = Allah

(17:58:39) GodVA:
karena energi sendiri ada tatarannya

(17:58:56) GodVI:
;)) yang saya tau adalah suatu sumber yang tidak dapat di deskripsikan ... :)

(17:59:08) GodVA:
berarti anda membatasi dengan sumber

(17:59:42) GodVI:
ow :) ...

(17:59:48) GodVA:
;))

(18:00:01) GodVA:
udah tau maksud aku power management : mengalahkan kekuatan Allah ?

(18:00:06) GodVA:
itu sebenarnya sindiran pedas

(18:00:08) GodVA:
;))

(18:00:19) GodVA:
tergantung pemahaman anda ;))

(18:00:43) GodVA:
karena kekuatan Allah selama ini dianggap sebagai tak terbatas.. padahal justru yg membatasi itu pikiran2 mereka menganggap tak terbatas itu

(18:00:50) GodVA:
mereka masi bisa mendeskripsikan

(18:00:55) GodVA:
itu sebabnya statement ku keluar

(18:01:09) GodVA:
tidak sembarang org bisa paham statementku

(18:01:12) GodVA:
semoga anda paham ;))

(18:01:23) GodVI:
ow..bedanya Aku Tidak Tahu ? dengan Tidak Terbatas?

(18:01:41) GodVA:
aku tidak tahu karena aku belum mencapai kesadaran kearah sana

(18:01:49) GodVA:
tidak terbatas karena kesadaran kita blm sampe kesana

(18:01:50) GodVA:
;))

(18:02:02) GodVA:
Allah ada ditiap kesadaran

(18:02:10) GodVI:
maka kamu sudah membatasi kamu dengan nya aku nya aku yang ada di dirimu dengan kesadaran bahwa kamu mencapai kesadaran itu :)

(18:02:19) GodVA:
betul

(18:02:27) GodVA:
tepat sekali

(18:02:31) GodVA:

itulah kalibrasi saya

(18:02:33) GodVA:
:)

(18:02:35) GodVI:
ya .. selama apapun kita mendeskripsikan semuanya tidak ada jawaban .. :)

(18:02:41) GodVI:
jd manusia terbatas

(18:02:42) GodVA:
bukan tidak ada jawaban

(18:02:44) GodVA:
:)

(18:02:51) GodVA:
tapi kembali lagi... kita blm sadar

(18:02:52) GodVA:
;))

(18:02:55) GodVI:
tidak bisa mendeskripsikan apapun ttg Sumber itu :) ..

(18:02:57) GodVA:
kita terbatas oleh kesadaran

(18:03:01) GodVI:
kapan bisa sadar ?

(18:03:01) GodVA:
ya

(18:03:10) GodVA:
saat ini anda sudah sadar

(18:03:15) GodVA:
tapi sejauh mana anda sadar

(18:03:30) GodVA:
klo andatanya kapan bisa sadar dari awal juga udah sadar

(18:03:40) GodVA:
tapi dalam tingkatan mana anda sadar

(18:03:41) GodVA:
;))

(18:03:59) GodVI:
ow ... maka kamu juga membatasi kesadaran kamu dengan tingkatan kamu :)

(18:04:04) GodVA:
yap

(18:04:11) GodVA:
sependapat

(18:04:14) GodVI:
jadi apa itu mutlak yg sedang kita bilang ? :)

(18:04:27) GodVA:
mutlak adalah nilai dimana titik nisbi terjadi

(18:04:33) GodVA:
itu disebut dengan zero mutlak

(18:04:52) GodVA:
bisakah ?

(18:04:54) GodVA:
=))

(18:04:59) GodVA:
tidak bisakah ?

(18:05:00) GodVA:
;))

(18:05:28) GodVA:
btw seharusnya anda udah ditataran MYZZZZ tingkat 5 nih

(18:05:33) GodVA:
;))

(18:05:43) GodVI:
itulah ... kita bisa mendeskripsikan titik nisbi berarti kita sudah mendeskripsikan semuanya ...

(18:05:49) GodVA:
betul

(18:05:53) GodVI:
tapi lebih baik kita tidak mendeskripsikan

(18:05:55) GodVI:
lebih baik

(18:05:57) GodVI:
kita tidak berpikir

(18:06:06) GodVA:
ngga juga

(18:06:07) GodVA:
;))

(18:06:18) GodVA:
kita blm bisa mendeskripsikan

(18:06:21) GodVA:
bukan TIDAK BISA

(18:06:30) GodVA:
kita bisa mencarinya kan ?

(18:06:32) GodVA:
;))

(18:06:32) GodVI:
oke kita bisa karena apa ? :) ..

(18:06:37) GodVI:
karena mencari kah ?

(18:06:40) GodVA:
kita bisa karena ada tidak bisa

(18:06:42) GodVA:
ngga juga

(18:06:46) GodVI:
kalau saya sih bilang kita bisa karena kita tidak bisa :)

(18:06:48) GodVA:
kita bisa karena ada kata tidak bisa

(18:06:53) GodVA:
yap

(18:06:57) GodVA:
sama kan ?

(18:07:01) GodVA:
;))

(18:07:20) GodVI:
jadi saya apakah ada mutlak itu ? :) apakah titik nisbi masih menjadi titk mutlak ? :)

(18:07:28) GodVA:
masih

(18:07:47) GodVI:
titik nisbi itullah di ciptakan manusia untuk sumber keterbatasan sendiri ? ataua malah sumber ketidak batasan itu

(18:07:51) GodVA:
tidak

(18:07:55) GodVA:
titik nisbi adalah titik mutlak

(18:08:04) GodVA:
titik mutlak seseorang berbeda

(18:08:13) GodVA:
anda dan saya memiliki titik nisbi yg berbeda

(18:08:56) GodVI:
iya makanya saya td ketik bahwa kita mendefinisikan titik nisbi dengan sendiri nya (Aku adalah Allah dan Allah adalah Aku) jadi berbeda lagi kah ? :)

(18:09:07) GodVA:
betul

(18:09:11) GodVI:
titik mutlak yang ada di pikiran Aku ?

(18:09:14) GodVA:
dan salah

(18:09:21) GodVA:
ya kembalilagi...

(18:09:27) GodVI:
atau di pikiran Kami ? :)

(18:09:43) GodVA:
kesadaran bukan hanya dibatasi oleh pikiran

(18:09:51) GodVA:
kesadaranlah yg membawa kita menuju kearah nisbi

(18:10:15) GodVA:
saat kita masi berdebat / berbicara / share itu bearrti kita masi bisa mendeskripsikan

(18:10:21) GodVA:
kita masi dalam konteks keterbatasan itu sendiri

(18:10:30) GodVI:
berarti tidak ada yg mutlak ?

(18:10:34) GodVA:
ada

(18:10:39) GodVA:
yaitu titik nisbi

(18:10:40) GodVI:
atau mutlak itu titik nisbi lagi ? :D

(18:10:42) GodVA:
titik anda sendiri

(18:10:43) GodVI:
hahaha..

(18:10:47) GodVA:
nisbi = mutlak om

(18:10:52) GodVA:
nisbi itu artinya mutlak

(18:10:54) GodVA:
sama aja

(18:11:01) GodVI:
iya .. makanya nisbi itu apa sesungguhnya ?

(18:11:16) GodVA:
nisbi itu ya pribadi anda sendiri dengan kalibrasi

(18:11:17) GodVA:
anda

(18:11:23) GodVA:
kan tadi dah dijelasin

(18:11:35) GodVA:
ini nisbi anda kan

(18:11:38) GodVI:
iya selama kamu bilang kalibrasi berarti kamu sudah mendefinisikan aku dan kamu adalah titik itu :) ..

(18:11:40) GodVA:
ini nisbi saya kan ?

(18:11:46) GodVA:
ya iya

(18:11:54) GodVA:
selama kita masih membahas berarti kita masi terbatas ?

(18:11:56) GodVA:
iya kan ?

(18:12:08) GodVI:
benar .. selama kita tidak terbatas, tetap saja kita terbatas ..

(18:12:14) GodVA:
ya itu dia

(18:12:15) GodVA:
:)

(18:12:18) GodVI:
berarti definisi seperti apa ?

(18:12:25) GodVA:
definisi apa ?

(18:12:36) GodVI:
defini titk nisbi yg dari kalibrasi yang kamu maksud ?

(18:12:50) GodVI:
masih tetap ada ? ... :) ada karena kamu mendefinisikan ada

(18:12:58) GodVI:
tidak ada karena kamu mendefinisikan tidak ada

(18:13:03) GodVA:
titik dimana kalibrasi terjadi

(18:13:03) GodVI:
jadi .apa arti definsi itu ?

(18:13:07) GodVA:
lah kalibrasi anda itu apa ?

(18:13:07) GodVI:
tidak ada ?

(18:13:12) GodVA:
lho

(18:13:17) GodVA:
tidak ada itu ada kan ?

(18:13:19) GodVI:
tapi kita sudah mendefinisikan tidak ada .. berarti itu ada

(18:13:24) GodVA:
ya sudah

(18:13:26) GodVA:
;))

(18:13:26) GodVI:
jadi masih ada ? ;))

(18:13:31) GodVA:
ya itu dia

(18:13:46) GodVI:
begitulah ;))

(18:13:49) GodVA:
yup

(18:13:49) GodVI:
hahaha

(18:13:58) GodVA:
btw gw balik dulu om

(18:14:01) GodVA:
pulang ktr ne

(18:14:07) GodVA:
tar lanjut aja klo dirumah

(18:14:10) GodVI:
oke :) nice sharing :) ... than malam baru saya nanya yah :)

(18:14:17) GodVA:
ok

(18:14:20) GodVA:
sip silahkan aja

(18:14:29) GodVI:
kamu baca buddha ada dan tidak ada :)

(18:14:40) GodVI:
kamu tau pencerahan itu ada dan tidak ada :)

(18:14:57) GodVI:
kesadaran itu ada dan tidak ada :) ...

(18:15:24) GodVA:
itulah titik nisbi anda

(18:15:26) GodVA:
;))

(18:15:28) GodVA:
ok

(18:15:39) GodVA:
met ketemu lagi

(18:15:40) GodVA:
:-h


Ini saya sharing kepada dengan tidak bermaksud apa2 , mungkin harus nanya kepada dua manusia yang tidak ada kerjaan membahas panjang lebar
tentang Kesadaran , titik nisbi , zero condition , supranatural , spiritual, kebenaran , sumber sejati , kasih , energi , alam semesta
Tuhan , Allah , pencerahan , dan tergolong hal itu.

Jadi masih adakah terbatas dan tidak terbatas ?
Aku ada karena AKU ADA, Aku tidak ada karena AKU TIDAK ADA , aku adalah kamu dan kamu adalah aku, Tidak ada Aku maka tidak ada Kamu,
Tidak ada Kamu maka tidak ada Aku.

itulah ..... Aku adalah Kosong , Kosong adalah Aku , Kosong adalah Isi , Isi adalah Kosong

Kesadaran apakah kamu dan aku ? :)